Saturday, April 25, 2015

malam mingguan.

HAI. selamat malam minggu :)


bingung mau ngapain sebenernya, mau nugas tapi kok rasanya males banget ya. akhirnya gue buka askfm dan menemukan sebuah pertanyaan.........


jadi, apa arti pasangan buat lo?
reaksi gue pas baca:
1. mikir
2. mikirin jawaban ngaco
3. mikirin jawaban serius
4. mikir lagi
5. mikir lagi sampai akhirnya gue memutuskan untuk nulis jawaban gue di blog ini. aheyyyyy


pasangan? pastinya untuk melengkapi lah ya. kayak sepatu, dibilangnya sepasang. baju sepasang sama celana. anting juga sepasang. kaos kaki? sepasang. bisa sih sebenernya nggak sepasang (misal cuma sebelah), tapi lo ngerasa ada yang kurang kan?

contoh, lo punya kaos kaki kesayangan. sebelah kanan masih bagus, tapi sebelah kirinya bolong. lo lebih milih tetep make keduanya atau cuma pake sebelah kanan aja atau malah.......nyari yang baru? tiap orang pasti punya jawaban masing-masing sih hehehe

pasangan itu menurut gue refleksi diri kita. orang yang bisa bikin kita nyaman dengan jadi diri kita apa adanya. bukan orang yang mirip sama kita, banyak punya kesamaan, atau apalah. tapi orang yang bisa menerima kita apa adanya. kayaknya JT mendeskripsikan dengan baik di lagu Mirror-nya deh.

lo bisa jadi apa aja di depan pasangan lo. lo bisa nangis. lo bisa ketawa. lo bisa teriak. lo bisa marah. lo bisa sedih. lo bisa bingung. tanpa takut yang ada di 'seberang' sana melabeli lo. because he/she understands you. they understand your deepest fears, your childhood dreams, your anxiety, your likes or dislikes, they understand you because deep down, they're having the same thing going on themselves too. sebagai penjelasan dan contoh ya, mungkin yang kalian takutkan berbeda, tapi dia tau gimana rasanya takut itu. apa efek dari takut itu. gimana cara mengatasi ketakutan itu.

they will accept you no matter what. the way you look when you wake up in the morning, the way you look when you do your daily make-up. or that night when he/she asks you for a fancy dinner. the way you look when you just finish your daily workouts. the way you look after crying so hard because the cheesy movie. simply, they will accept you, the good or the bad side of you, and still love you for who you are.

and if you find someone like that, I guess you already met your soulmate (or whatever society called it bruh).

well, yeah. mungkin ocehan gue di atas kurang jelas. atau mungkin gak bisa diterima akal pikiran. ini juga nulisnya sambil boboan nonton film thailand. tapi semoga bisa sedikit menjawab :)



SELAMAT MENCARI PASANGAN! sekalian cariin buat gue dong hehehe

Saturday, March 14, 2015

nunggu macet.

dari semua yang datang dan memutuskan untuk menetap
dari setiap pertemuan tanpa direncanakan
dari setiap detik terlewat tanpa bicara namun saling memikirkan
dari setiap kata terucap tanpa berpikir terlalu panjang
dari semua kebetulan yang berubah menjadi kejutan
dari segala kepastian yang disanggah oleh hati
dari setiap waktu yang terbuang karena ketidakinginan



aku jatuh.
tanpa kata.
sedalam-dalamnya.


Tol JORR. 14 Maret 2015-20. 37



P.S: ini bukan untuk siapa-siapa.

Wednesday, March 4, 2015

Gak tau.

Hai.

Jujur gue gak tau mau ngasih nama post ini apa pada akhirnya gue tulislah 'gak tau.'

Gue juga gak tau sebenarnya apa yang mau gue ceritain sekarang. Gue lagi bener-bener gak paham sama diri gue sendiri. 

Gue lagi sibuk banget, jelas. Akademis semester ini sangat demanding dan organisasi yang baru berjalan dengan banyaknya tuntutan-tuntutan ini cukup membuat gue keteteran sehingga kurang memperhatikan diri gue sendiri, bahkan orang rumah.

Gue jadi gampang baper. Dikit-dikit sedih kalo kehilangan momen. Menurut gue, sekarang gue lg merasakan masa dimana lo ngga bisa ninggalin ketiga-tiganya. Tetep harus ada yang dikorbanin. Yaitu diri gue sendiri.


Yang menambah beban ialah perasaan gue. Di saat kayak gini, gue malah suka sama cowok. Belum terlalu kenal sih sebenernya. Tapi nyaman. Tapi gue gak mau terlalu baperin yang satu ini karena dengan masalah-masalah di atas, gue aja masih keteteran.

Yang bikin sedih sih sebenernya... Dia cowok pertama yang beneran bikin gue nyaman setelah putus kurang lebih setahun yang lalu. Tapi saat gue ketemu dia, keadaannya lagi kayak gini. Kan sedih ya hahaha.

Kata Nurin, bisa aja dia jadi orang yang bisa ngurangin beban pikiran gue. Ya kalo dia suka juga sama gue, kalo engga? Ujung-ujungnya kan gue juga yang capek karena nambah satu beban di pikiran. Jadi gue mutusin buat ngga terlalu baper aja sekarang.... Daripada akhirnya gue galau-galau ala ABG lagi. Ahahaha.

Dan gue lagi kangen banget sama temen-temen lama gue. Temen smp, sma, bahkan sd. Temen deket yang sekarang hampir ngga pernah ngobrol. Cuma tau kabarnya dari sosial media aja. Uodate-an di path, instagram, bahkan timeline di line. Kangen.

Tuhkan post ini ga punya kesimpulan buat dijadiin penutup. Udahlah. Gak tau.

Sunday, February 22, 2015

Yuk, lari.

Assalamualaikum. *benerin hijab*

gak deng. gue belum pake hijab kok walaupun banyak yang nganggep gitu sepulangnya gue dari Tanah Suci. EA.

dari judul post-nya pasti lo ngira gue akan mengajak kalian untuk lari-lari-sehat-demi-masa-depan-yang-lebih-baik. NGGAK. sumpah, nggak. jadi plis buat kalian yang males lari-lari-apalagi-lari-dari-kenyataan tolong baca post ini sampai selesai.

SEBENERNYA GUE NGEPOST INI MAU NGELUH. eh tapi gatau apa yang mau dikeluhin. ya, inilah figur diri gue selama seminggu belakangan. baper, tapi gatau apa yang dibaperin. bete, tapi gatau bete sama siapa. ku lelah. jadi, akhirnya gue terdampar di blog ini (lagi) dan tidak mengerjakan display segede A0 yang harus dikerjakan individu dan dikumpulin selasa. yak, ini lari yang gue maksud. pelarian gue akhirnya berakhir di nulis.


because things change.
and friends leave.
and life doesn't stop for anybody.
-The Perks of being a Wallflower


mungkin quotes ini yang paling menggambarkan apa yang lagi gue pikirkan sekarang. intinya, semakin dewasa, lo semakin gak butuh apa-apa sebenernya. lo nggak lagi butuh kado-lebih-banyak-dari-tahun-lalu tiap ulangtahun. lo nggak lagi butuh sepatu roda biar nggak kalah hits sama anak kelas sebelah. lo nggak lagi butuh ikut ekskul karena temen-temen lo pada ikut ekskul.

lo kadang cuma butuh dingertiin. dipeluk kalo lagi sedih. didengerin kalo lagi ngomong. diperhatiin saat lo bahkan lupa perhatiin diri lo sendiri. dikasih 'celah' untuk diri sendiri. oke, mungkin gue cuma butuh pacar. HAHAHA nggak deng. sumpah, ini serius. gimana ceritanya mau pacaran kalo fasil studio aja setengah-mati-posesif-sama-progress-kita.

dan, mungkin, penyebab kenapa gue suka banget nulis, adalah

kadang lo nggak bisa ngomong langsung apa yang lo rasain karena takut nunggu respon orang lain.
kadang orang butuh waktu buat respon omongan lo.
kadang lo nggak tau ngomong apa pas udah ketemu orang itu.
kadang lo lupa mau ngomong apa.

dan tulisan, lo tau, it stays.


mungkin gue harusnya lebih sering nulis biar gak baperan-amat-sampe-semua-hal-ditangisin. mungkin, gue butuh waktu sendiri setelah sekian lama berada di tengah-tengah keramaian. mungkin, gue butuh diperhatiin setelah sekian lama 'menjual-diri-secara-sukarela' untuk merhatiin orang lain. atau mungkin, gue cuma butuh tidur dan ngga bangun sampe semester selanjutnya.

and by the way, gue nulis ini dengan ditemenin lagu Tangga - Tak Kemana-mana. mungkin banyak orang yang nggak tau lagu ini. banyak juga mungkin yang nggak tau kalo ini lagu perpisahan dari Tangga pas mereka bubaran.


mungkin saja esok, mungkin saja lusa
mungkin saja dunia sekejap jadi berbeda


ini lagu sebenernya buat tugas PAI gue. iya, gue berharap tugas gue sekejap jadi.


lanjut ah ngomongin yang lain. oke, ini bakal jadi post yang panjang. sekarang, gue mau ngomongin soal hati.

jangan baper.
.
.
.
.
.
*ngomong ke diri sendiri*


seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, gue belom punya pacar a.k.a jomblo a.k.a single. topik ini selalu jadi hal yang ramai dijadiin bahan ledekan buat gue. kenapa ya? guenya juga suka iseng sih ngepost-ngepost kocak soal jomblo gitu. padahal sebenernya gak segitunya HAHAHA kadang pengen bikin orang ketawa aja sih.

kenapa gue bisa ngomong gini? karena gue udah keseringan ngomong 'anjir gue jomblo banget' 'anjir kapan gue punya pacar' 'plis mau nikah aja' trus tiba-tiba temen gue dengan entengnya ngomong

'ah elo, giliran ada pacar disia-siain. sibuk sama kema, sibuk nugas. ngapain pacaran'

TAI. bener juga doi. adalagi yang bilang

'lo ngeluh jomblo. giliran ada cowok modusin lo langsung curhat bete gasuka ke gue. GIMANA CARANYA LO DAPET PACAR BLOON'

nah yang ini juga bener.

apasih maunya? kadang gue juga ga paham sama diri sendiri. HAHAHA nggak deng. yaudah nih gue klarifikasi ya satu per satu.

buat omongan temen gue yang pertama. ya, itu benar. sekalian klarifikasi buat anon-anon-bawel-dan-kepo-yang-gak-percaya-gue-udah-putus-sama-angga. gue bukan nyia-nyiain. gue cuma berusaha menetralkan keadaan. dulu pas maba, gue sama angga LDR-an. gue di depok, dia di jogja. awalnya oke. tapi yang gak gue prediksi adalah kegiatan gue di kampus beserta tugas-tugasnya. gue udah mulai gak punya waktu untuk sekedar bales chat 'lagi apa?' 'udah makan?' karena aktivitas gue yang setengah mati itu. and that was the moment you knew that you can't do anything about it except let that things go.

ini daftar kedua hubungan LDR gue yang kandas di tengah jalan. but you know, he's still my friend, after all. nyokap udah deket sama dia. walaupun awalnya gabisa nerima kalo gue udah putus, tapi akhirnya nyokap bisa ngerti.

buat omongan yang kedua HAHAHAHA ini sih udah omongan ke 3732589542198 kalinya. bahkan pernah ada cowok yang sempet deketin gue, tapi gue-nya rada males nanggepinnya karena dia kebanyakan modus. akhirnya dia jadian sama cewek lain dan bilang ke gue 'lo sih dimodusin gak sadar-sadar' WOI GUE SADAR MAKANYA GUE DIEM AJA KAMPRET.

dan beberapa kali juga gue sempet dideketin sama cowok yang udah gue anggep bro banget. mana bapernya gak ilang-ilang. gue jadi males buat ngobrol lagi sama dia. dan gue masih jomblo juga. pernah juga gue dideketin sama gebetan temen gue sendiri. AMSYONG TAU GAK AMSYONG. sudahlah, pusing pala berbi.


giliran gue naksir cowok, bala banget. ada yang gue udah naksir abis-abisan, pas udah deket, eh taunya enak jadi temen aja. ada yang gue udah anggep temen banget, eh baper gara-gara bercandaan gue yang kadang suka flirty. ada yang gue naksir, udah deket, guenya tiba-tiba ilfeel. ada yang kayak gitu. ada. banyak malah. akhirnya gue menganalisis masalah ini

permasalahan utama gue sebenernya adalah si pria-yang-suka-modus. sebenernya kalo dia emang mau deketin gue gapapa, cuma kalo udah menjurus-jurus 'gue begini cuma ke lo doang kok' 'jangan lupa makan ya nanti kamu sakit aku sedih' (mak gue juga sedih kalo gue sakit) dan segala-kalimat-yang-gue-tau-banget-cuma-buat-narik-perhatian-gue.

tapi gak banyak juga sih cewek yang seneng digituin (kecuali gue ya, plis). WKWKWK mungkin gue memang makhluk Tuhan yang-gak-seksi-dan-banyak-maunya. btw, coba kalo ngerjain display segampang gue nulis di sini, gue udah buka jasa display kali ya.



udah ah, segitu dulu. minggu depan kalo gue males nugas lagi mudah-mudahan ga mager nulis ya.

bhay.

Tuesday, October 14, 2014

dead.

gue lagi capek banget. sumpah. gak tau kenapa cuma gue ngerasa ini titik terendah gue selama kuliah di Ars.

gue bahkan gak mengawali post ini dengan sapaan yang layak. dan bahkan besok gue ada deadline analisis, ppt dan gambar sunpath, tapi gue malah ngetik-ngetik di sini. gue udah capek.

capek mikir. capek nyari jawaban. capek mikirin masalah. capek mikirin orang lain. capek gak dipeduliin. capek nyimpen semuanya sendiri. capek gak ada yang ngertiin. capek capeknya sendirian.

idk. kadang gue ngerasa gue kayak gini cuma lagi seeking for attention aja. jadi kadang udah gabisa bedain antara gue emang butuh perhatian, atau lagi pengen diperhatiin. gimana ya. duh. gue benci kalo gue udah overthinking gini. rasanya mau gapunya otak aja biar ga mikir apa-apa.


tapi, gue gak boleh ngeluh. ini mungkin cuma cobaan aja buat gue. semua orang pasti pernah ada di posisi ini kok. *self-motivation*

Saturday, July 5, 2014

gentayangan

judulnya bikin penasaran gak? sebenernya ga ada hubungannya juga sih sama yang bakal gue tulis. HAHAHA. sebenernya hanya karena gue menulis post ini jam satu pagi kali ya sambil boboan di kasur makanya gue memberi judul 'Gentayangan' di post ini. bentar. *nepok nyamuk*

berhubung gue lagi gabut, gue jadi bisa ngisi blog ini lagi. kasian semenjak gue masuk SMA apalagi sekarang kuliah, blog ini kayak istri tua yang sering ditinggal demi istri muda. butuh perhatian dan kasih sayang. BTW APAAN GABUT HAHAHAHAHAHA gue masih ada pr kalkulus yang harus dikerjain, deadline proyek nulis, deadline teknis proker mabim, deadline anggaran dana, dan yang terakhir gue inget sih deadline daftar kontak komunitas. so many things to do, so little time, eh?

waktu gue login blog ini, gue baru menyadari satu hal. password blog ini.......................masih sama semenjak jaman purba sewaktu gue masih ngejar-ngejar seseorang *ehem* dan secara rutin nyeritain tentang dia di blog ini. bahkan saat post-post tentang dia udah gue apus, password blog ini masih sama. yah gaperlu tau jugalah ya kombinasi password gue terbentuk dari apa, gue aja masih jijik sampe sekarang. lantaran gue gak ngerti cara gantinya, maka dengan hati lapang, ikhlas serta ridho gue relakan password blog gue ini sama sampai gue tua nanti.

tau nggak sekarang lagi ngetren banget iklan 'mastin'? yang jinglenya 'kabar bahagia untuk kita semua.... kulit manggis kini ada ekstraknya....' gue yakin banget lo baca kalimat terakhir yang gue tulis sambil nyanyi dalem hati. IYA KAAAAN? MUAHAHAHA. kenapa gue bahas ini? gue juga nggak tau. tapi gue pengen nulis aja.

gue lagi kangen banget sama temen-temen SMA sebenernya. temen-temen gila dan gatau malu. terakhir kali gue main sama mereka itu April 2014. jadi orang-orang gila ini terdiri dari budi, al, nindy, ogi, fajar, jaldi dan aji. dulu pas SMA sebenernya lebih rame lagi. dulu berhubung *ehem* gue masih pacaran, angga juga sering main bareng. tapi sekarang dia kan kuliah di jogja. udah putus bukan berarti gabisa main bareng kan? ada juga devi, pacarnya fajar yang sekarang kuliah di pulau seberang. ada eva, yang kuliah di bogor deket rumahnya. ada juga pasangan bocil-jarwo, namun sayang mereka juga kuliah entah-dimana-gapernah-main-bareng-lagi. budi? gapernah punya pacar. al? pacarnya ganti mulu, untung sekarang udah tobat. jaldi? sama aja kayak budi. aji? sama aja kayak jaldi.

sebenernya yang bikin kangen banget itu kehadiran mereka. dan suasana pada saat itu sih. sekarang kan walaupun main bareng, tapi sedikit banyak udah ada yang berubah. udah pada makin dewasa. sibuk sama urusan masing-masing. apalagi kuliahnya jauh-jauhan gitu. berasa LDR. bahan ketawaan yang kita sharing juga beda, udah gak kita alamin lagi bareng-bareng. cuma bisa saling cerita pengalaman lucu aja masing-masing.

udah ah, ngomongin mereka jadi bikin makin kangen.

ngomongin yang seriusan dikit ah. kayak pilpres gitu misalnya. *lalu ditimpuk massa* gakdeng. gue merasa belum punya cukup skill untuk ngomongin politik. mentri aja ga hapal-hapal sampe sekarang.

gue mau ngomongin perubahan. tunggu......terdengar seperti kampanye ya. yah, masa bodo deh ya. emang gue mau ngomongin soal perubahan kok. gue sangat menyadari bahwa gue udah berubah banget. untungnya sih nggak ke arah yang lebih buruk. gue udah lebih dewasa, udah jarang ngambek (ini kata nyokap), yah intinya jarang melakukan hal-hal yang dulu gue lakukan sebagai bentuk kenistaan gue dengan dalih 'belum-tujuh-belas-tahun'.

satu hal yang bisa gue simpulkan dari semua perubahan ini adalah, semua terjadi karena 'menerima'. iya, belajar menerima. menerima hal-hal yang emang gak ditadirkan buat kita, menerima hal yang sudah seharusnya kita jalani, menerima hal-hal yang dulu sempet kita sesali.

as you know, gue kuliah di jurusan Arsitektur. apa ini mau gue? nggak juga. gue milih ini pas jalur undangan juga karena clueless mau milih apa. dan alhamdulillah keterima. liat aja sekarang, skill gambar gue masih segitu-segitu aja. tapi kalo gak gue jalanin, gue gatau toh apa untungnya buat gue? gak perlu dijabarinlah apa yang terjadi semenjak gue kuliah di jurusan ini. nyokap aja udah bangga setengah mati pas tau gue masuk UI. and I think this is enough.

gue gak pantes ngeluh-ngeluh gak mau kuliah di sini. masih banyak orang yang struggling buat ada di  posisi gue. udah bikin nyokap bangga juga, dengan IP yang-hampir-3-tapi-gapernah-diatas-3,5. target gue sekarang cuma lulus tepat waktu. sisanya? gue percayakan ke Tuhan. gue bukannya pasrah atas takdir gue, tapi gue nggak mau jadi orang ambisius yang hanya mementingkan diri sendiri. hidup ini terlalu luas dan besar untuk gue habiskan demi diri gue sendiri. 

eh, kok jadi serius banget gini sih? udah maki malem jadi makin ngelantur ahaha.

tau-tau udah jam dua aja, udah sejam gue nulis post ini. udah ah, mau main the sims aja. bay.


Saturday, June 14, 2014

Satu Tahun Kemudian...

hai.

udah lama ya gak ngeblog. inget kan post terakhir gue bilang apa? 'kita sambung kapan-kapan yak'
dan itu bulan November 2013.

sekarang? bulan Juni 2014. wow. ini ibarat HTS-an, setelah digantungin 7 bulan akhirnya lo ditembak juga.

gak kerasa udah dua semester gue lewatin di dunia perkuliahan. itu berarti udah hampir setahun gue jadi anak kuliah. (?) udah setahun gue melewati masa-masa nista sebagai mahasiswa Arsitektur. masih ada tiga tahun lagi sebelum gue terbebas dari perjanjian iblis ini (baca: kuliah di jurusan Arsitektur).


pertama-tama, gue cuma pengen bilang..................KULIAH GAK KAYAK DI TIVI TIVI KAMPREEEEEEEEEEEEEET. kampret sekampret-kampretnya.
kalo lo pikir pas masuk kuliah hidup lo bakal berubah, ya anda benar. tapi kalo lo pikir hidup lo bakal lebih bahagia pas kuliah, lo salah besar.
biar gue beri gambaran sedikit:
anak kuliahan versi tv tuh, pas jaman ospek diomel2in senior ganteng, akhirnya jadian. tiap selesai kelas hangout bareng temen-temen. gapernah ngerjain tugas sampe begadang padahal kerjaannya main mulu. gitu terus sampe 4 tahun. lulus dengan nilai terbaik. langsung kerja di perusahaan keluarga. jadi bos. dijodohin. hidup bahagia selama-lamanya.

gue? boro-boro bisa hangout abis kelas, kampus aja ada di antah berantah. akses kemana-mana macet karena jam bubaran kelas barengan sama jam bubaran kantor. belom lagi ikut organisasi ini, kepanitiaan itu, rapat a, b, c, d. pulang ke rumah barengan sama banci pergi kerja. kadang pengen gitu sekalian ikutan mangkal (astagfirullah). sampe rumah udah jadi butiran debu. begitu seterusnya sampe semester delapan.

mana jurusan gue nista banget. karena kuliah di jurusan Arsitektur, gue dapet mata kuliah studio. sebenernya nama mata kuliahnya macem-macem dan ini akan gue jalani selama 7 semester, tapi karena mata kuliah ini diadakan di studio, maka sebut saja mata kuliah studio.
mata kuliah studio ini beragam sksnya. mulai dari 4 sks sampe DUABELAS SKS. di semester satu gue baru dapet 4 sks, TAPI jam kuliahnya aja udah 5jam/hari dan dua kali seminggu. di semester dua ini gue dapet 6 sks. nah ini lebih ajib lagi, jam kuliahnya 14jam/minggu dibagi jadi 3 hari. SEDANGKAN gue punya mata kuliah lain yang sama beban sksnya dan HANYA 5jam/minggu. bagaimana bisa ini terjadi.....

besides jam kuliah yang udah kayak waktu istirahat idealnya seorang bayi, tugasnya gak kalah nista. ngerjain tugasnya bisa lebih lama dari jam kuliahnya. apalagi ada yang dinamakan RE-VI-SI. lengkap sudah hidup ini.

ngomongin soal kuliah, gue baru aja libur. kemarin (jumat) hari terakhir gue ngampus di semester dua. tapi, minggu depan gue udah mulai masuk lagi buat SP. gue pengen gabut, tapi abis gabut berasa dosa banget. tapi pas gabut berasa enak. duh gimana ya. galau.

Thursday, November 28, 2013

udah jadi MAHAsiswa ceritanya

HALOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!

Gila men. Gue baru sadar kalo udah lebih dari setahun ga ngepost di blog ini. *bersih-bersih sarang laba-laba*

Banyak banget yang berubah di hidup gue. Status (hati, sekolah, dll), rambut (yak gue dipotong bob-ala-dora-tanpa-poni), dan.... apalagi ya? Banyak lah pokoknya.

Gue udah kuliah sekarang. Alhamdulillah bisa lulus SMA (makasih KSM *iklan layanan masyarakat*) dan keterima di UI lewat jalur undangan (ini gatau liat nilai gue yang naik turun kayak Hysteria gimana). Gue keterima di jurusan Arsitektur Interior dan semenjak saat itu hidup gue berubah.

Men, lo gak bisa lagi gabut-gabut bego di kelas kayak SMA. Lo gak bisa tidur di malam hari dengan tenang kalo belom ngerjain tugas (yang rata-rata dikerjain deadline). Bahkan menurut gue, lo tidur dibawah jam 10 malem itu terhitung dosa karena tugas-tugas lo pasti berantakan (pengalaman pribadi sebenernya).

Lo jadi ANSOS. Lo gatau Ayu Ting-Ting udah nikah trus sekarang mau pisah sama suaminya, lo gatau Shireen Sungkar sama Teuku Wisnu udah nikah, lo gatau Asmirandah lagi galau mau nikah apa kaga, lo gatau apa-apa soal dunia luar sana. Apalagi temen-temen gue yang ngekos dan ga ada tipi di kosannya.

Masih banyak sebenernya yang bisa diceritain di sini, tapi berhubung gue bentar lagi masuk kelas dan mau bobo siang dulu jadi... kita sambung kapan-kapan yak.


DADAAAAAAAH!

Friday, August 17, 2012

First Chapter

okaaay, ini sebenernya post iseng-iseng doang. jadi dari kemarin tuuuh gue kangen bangeeet nulis T_T udah jarang banget nulis sekarang. dan pas lagi kangen-kangennya gue bacain ulang draft novel gue yang belom kelar wkwkwk dan berniat untuk mempostkan bab pertama dari novel gue di sini. enjoy!



BAB 1

Bekas hujan semalam masih sangat terasa. Genangan air di lapangan, cuaca pagi itu yang masih dingin, dedaunan yang masih basah dan rasa malas serta kantuk yang dirasakan oleh sebagian besar orang pada pagi itu yang sudah harus memulai aktifitas mereka.
Termasuk perempuan berambut sebahu berpakaian seragam SMA serta tas ransel kesayangannya dan jaket OSIS di tangan kanannya. Audri menyeretkan badannya dari mulai turun mobil hingga sepanjang koridor menuju tangga utara dengan lesu serta rasa kantuk yang luar biasa.
Setelah menaiki tangga, ia berbelok ke kanan dan memasuki sebuah ruangan dengan tulisan ‘OSIS’ besar-besar di bagian atasnya. Sebenarnya Audri sangat malas untuk masuk sekolah hari itu, tetapi karena tanggung jawabnya sebagai panitia MOS ia harus masuk lebih awal dibanding teman-teman lainnya yang bukan panitia.
Ruangan tersebut berukuran cukup luas dan lapang, yang cukup dihuni oleh anggota OSIS yang jumlahnya kurang lebih 25 orang. Meja panjang serta bangku-bangku diletakkan di tengah ruangan dengan whiteboard di sisi kirinya. Terdapat juga dua komputer di ruangan tersebut serta sebuah dispenser dan beberapa lemari.
Di ruangan tersebut telah ada beberapa orang yang dikenali Audri. Setelah menyapa Audri orang-orang itu keluar dari ruangan tersebut dan tinggal satu orang yang berada di dalam dan langsung melemparkan senyum manisnya kepada Audri, “Hey.”
“Hey, Kir. Hoaam…” Audri balik menyapa sambil menguap selebar-lebarnya, lalu memposisikan badannya di sebelah Kiran dan langsung menaruh kepalanya di atas meja dengan tasnya sebagai alas.
Kiran adalah satu-satunya teman perempuan yang paling dekat dengan Audri. Walaupun Audri sangat ramah dan supel, ia tidak gampang terbuka dan percaya dengan orang lain. Kiran memiliki postur tubuh yang sedikit lebih tinggi dibanding Audri yang mungil, dan wajah ayu khas Jawa.
“Od… ini udah jam 6 lewat 10, loh. Lo nggak siap-siap dulu? Berantakan banget penampilan lo,”
“Hah? Serius?” Audri langsung berdiri dan membalikkan badannya untuk melihat penampilannya di cermin yang terpasang bersebrangan dengan whiteboard.
Audri menemukan dirinya agak berantakan. Rambutnya sedikit kusut, wajahnya yang terlihat sangat lesu dan juga nametag dan pin OSIS yang belum terpasang di seragamnya. Ia pun langsung panik dan membongkar isi tasnya, mengeluarkan sisir, nametag, pin OSIS dan cologne bayi yang selalu dibawanya kemana-mana.
Selagi Audri merapikan diri, Kiran membereskan beberapa kertas yang tergeletak di depannya dan merapikan beberapa isi tasnya yang tadi ia keluarkan. Ia sudah menenteng tasnya, bersiap-siap keluar dari ruangan tersebut.
“La? Udah?” Tanya Kiran sambil melirik jam dinding yang terpasang di ruangan tersebut. Sepuluh menit lagi upacara pembukaan MOS akan dimulai.
Audri kembali menengok ke arah cermin yang terpasang di dinding salah satu sisi ruang sekretariat OSIS, memastikan bahwa rambutnya tidak berantakan dan seragamnya terlihat rapi. Ia membetulkan letak nametag yang terpasang dengan peniti di sebelah kanan jaket OSIS-nya yang terletak sedikit miring.
 “Yuk.” Audri berjalan mengikuti Kiran yang sudah terlebih dahulu berjalan menuju pintu untuk keluar dari ruangan yang sudah kosong sejak tadi. Ia pun menutup pintu tersebut dan menguncinya.
“Oh iya, tuh cowok-cowok pada kemana ya? Tumben belum keliatan.” Mata Audri mencari-cari lima sosok cowok yang merupakan sahabatnya sekaligus Kiran.
“I’m here, ladies. Miss me?” Sahut cowok berambut cepak dan berwajah campuran Padang-Sunda berparas tampan bernama Daffa, sambil merangkul bahu kedua perempuan itu dari belakang.
“Kangen sama lo? Daf, gimana caranya gue kangen kalo kerjaan lo selama liburan kemaren cuma nyapa gue pagi-pagi buat ngirimin foto lo topless?”
Fresh from Bali, tuh, Od. Jangan gitu, dong.”
“Hahaha, really, Dri? Ih, males banget!”
“Serius, lah, Kir. Bersyukur deh lo nggak pake Blackberry.”
“Kejam banget sih, Od. Udah ah, dari pada ngomongin gue mending ngomongin freshman aja. Gimana? Lo udah ngeliat yang kece-kece belum? Yang bakal jadi calon gue?” Daffa mengalihkan arah pembicaraan mereka.
Daf, pertama, kita nggak ngomongin lo dan males banget, ya. Kedua, kalo mau ngomongin cewek dengan resiko kena tendang gue sama Kiran, mending lo buru-buru pergi, deh.”
“Ih, judes amat sih, Dri?”
“Hahaha menurut Kei kece-kece kok, Mik. Tadi dia ngomong sama gue di ruang OSIS.”
“Hah? Serius tuh Kei yang ngomong? Masih doyan cewek dia? Gue kirain Cuma Vindi aja.”
“Udah 2 tahun kali, Daf...” Kiran berkata dengan nada mengingatkan
Tanpa Kiran dan Daffa sadari, Audri terdiam sejak Kiran tadi menyebutkan nama Kei. Kei adalah salah satu sahabat mereka. Mereka berenam termasuk Ega dan Aksa telah bersahabat sejak awal masuk SMA. Tanpa disadari oleh yang lainnya, Audri menyimpan rasa sayangnya terhadap Kei. Memang, Audri dan Kei bisa dibilang paling dekat diantara mereka. Tanpa Audri sadari pada awalnya, rasa sayangnya terhadap Kei mulai lebih dari sekedar sahabat.

***

Matahari yang bersinar pagi itu sangat terik. Daffa sibuk mengipas-ngipas tubuhnya. Ia terlihat kepanasan sekaligus panik karena tubuhnya mulai penuh dengan keringat. Bisa-bisa rencananya untuk ngecengin freshman gagal jika penampilannya berantakan. Lalu, ia melirik jam tangannya. Masih setengah jam lagi hingga upacara pembukaan berakhir. Daffa mendengar suara cekikikan dari barisan di belakangnya, ia pun menoleh, mendapati teman sesama anggota OSIS-nya sedang sibuk berbisik sambil menahan tawa.
“Woi, ngetawain apaan lo?” tanya Daffa dengan nada berbisik.
“Mau tau aja lo, Daf. Udah sana, pantengin aja tuh barisan anak kelas sepuluh. Cari mana yang paling bening.” Jawab salah satu dari mereka yang
Miko pun mengarahkan pandangannya kembali ke depan. Tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di sebelahnya. Cowok tinggi dengan pandangan datar dan sorot mata tajam. Si bisu, Kei.
“Abis darimana bos? Jam segini baru ada di barisan.”
“Udah daritadi, Cuma tadi gue baris di belakang. Kasian juga ngeliat lo panas-panasan di depan. Eh, si Aksa mana?”
“Tuh.” Tunjuk Daffa ke arah sebelah podium tempat kepala sekolah berdiri dan bercuap-cuap—yang ia yakin nggak ada yang merhatiin—sejak setengah jam yang lalu.
“Gue lupa kalo sahabat kita yang satu itu udah punya jabatan agung di sini.” Jabatan agung yang dimaksud oleh Kei adalah jabatan Aksa sebagai ketua OSIS.
“Yoi, man. Lumayan, kan, kita bisa dispen sering-sering sejak jadi tim doi?”
“Hahaha. Eh, gimana? Udah ketemu inceran baru, nih?”
“Belom. Gue daritadi sibuk nutupin muka gue nih biar gak kucel. Gimana mau ngegebet kalo muka gue kucel gini?”
Kei hanya tertawa mendengar jawaban dari Daffa yang memang sedari tadi sibuk menutupi wajahnya dengan sapu tangan.
“Lo sendiri gimana? Tadi gue denger dari Kiran katanya lo bilang freshman tahun ini ‘bening-bening’? ada yang nyantol nggak?”
“Paku, lo kira?”
“Yee, gue serius, man.”
“Gue juga serius.”
“Lo masih doyan cewek nggak sih, Kei?”
“Hahaha, bening tuh bukan berarti pas disini.” Kei ketawa cuek sambil menepuk dada Daffa, membuatnya bengong sepersekian menit, sedangkan Kei udah asik dengerin kepala sekolah yang sudah mulai menutup pidatonya.
Setelah pulih dari keterjutannya, Daffa pun berusaha bersikap biasa saja. Life is too short to just think about one girl, man, ucapnya dalam hati dengan nada sedikit meyakinkan dirinya sendiri.

***

Kei terdiam beberapa saat. Ia bersama Ega sedang berjalan menuju kantin. Mereka berada di depan kantin beberapa saat yang lalu ketika seorang perempuan lewat melalui jalan kosong sebelah Kei. Memang Kei hanya melihatnya sekilas, tetapi pikirannya memastikan bahwa ia mengenali perempuan itu. Setidaknya, begitu menurutnya.
“Kei, lo liat nggak barusan?”
“Hah? Apa?” tanya Kei balik, mencoba fokus kembali.
“Itu, yang barusan lewat di sebelah lo. Mirip Vindi.”
“Oh.” Ujar Kei pendek. Ega menatapnya bingung, lalu memutuskan untuk berjalan duluan di depannya.
“Eh, nanti jadi kan, ke rumah Daffa? Ega melontarkan pertanyaan lagi sambil menyelipkan badannya di tengah kerumunan orang yang berdesakkan di pintu kantin.
“Jadi. Tapi gue nyusul aja. Mau main dulu ke tempat Vindi.” Kei memberi tahu Ega rencananya yang baru saja terpikirkan olehnya.
Ega hanya mengangkat bahunya. Sedangkan Kei kembali terdiam. Ia mencium wangi bunga lili, wangi yang biasa ia cium ketika sedang memikirkan Vindi.
“Lama amat? Kita semua udah pada mesen, nih.” Aksa langsung membuka mulut ketika Ega dan Kei sampai ke meja yang sudah ditempati oleh Aksa, Audri, Kiran dan Daffa.
“Iya, tadi rame di toilet, Sa.” Jawab Ega sekenanya, ia sedang malas berdebat dengan Aksa—sang ketua OSIS yang sangat jago dalam berdebat—karena perutnya sudah lapar.
“Mesen, yuk, Ga.” Ajak Kei, Ega menanggapinya dengan sekali anggukan.
Setelah Kei dan Ega kembali ke meja mereka, Daffa mulai membuka pembicaraan.
“Oh iya, gue mau buat pengumuman, nih.”
“Apaan? Pasti gak penting.” Ujar Ega sambil mencomot bakwan dari sepiring gorengan yang terletak di tengah-tengah meja, entah milik siapa.
“Mulai sekarang, gue mau nyari cewek yang serius. Yang tahan lama, jangan cuma jalan seminggu trus bubar. Jadi, mulai sekarang Daffa Haryama dinyatakan pensiun dari posisi playboy-nya. Mohon bantuannya, ya, teman-temanku tersayang.”
“IDIIIIH, TUHKAN GA PENTING!” Ega kembali angkat bicara dengan sepotong bakwan penuh di mulutnya.
“Males banget, Daf, bahasannya. Nggak percaya gue.” Audri berkata sambil mengaduk-aduk gelas es teh manis-nya.
“Ckckck, gimana sih? Katanya lo semua sahabatnya Daffa? Sahabat, tuh, ngedukung sahabatnya kalo mau melakukan sesuatu yang baik. Bukannya malah nyela.” Ucapan Kei membuat Daffa senang karena merasa ada yang mendukungnya.
“Gue setuju sama Kei! Mustinya lo semua ngedukung gue. Emang deh lo yang paling top, man!”
“Siapa yang bilang gue ngedukung lo, Daf? Emang gue sahabat lo, ya?” Kei membalas perkataan Daffa sambil tersenyum jahil.
“HAHAHAHAHAHA! KENA LO, DAF!”
“Nyet, bercandaan lo lama-lama ga lucu, ah. Sekalinya bercanda nyakitin gini.” Daffa memasang muka ngambeknya yang membuat tawa teman-temannya semakin keras.
“Hahaha, bercanda kali, Daf. Slow, gue pasti ngedukung lo.”
“Yap, kita semua pasti bakal ngedukung lo. Asalkan niat lo itu ke jalan yang benar.” Seperti biasa, Aksa mengeluarkan kata-kata bijaknya.
“Siap, pak Ketua!”
“Males deh, gue. Pada main jabatan banget, sih?”
“Hahaha, easy, man. Bercanda doang, kok.”
“Ngomong-ngomong, atas dasar apa nih lo mutusin buat ngelepas jabatan lo sebagai playboy itu?”
Daffa melirik Kei, Kei membalas lirikannya dengan tatapan clueless. “Semua karena Kei.”
“Astaga! Daf... lo... nggak... nggak naksir Kei, kan?”
“NGGAKLAH!”
“Trus? Kenapa lo bilang semua karena si Kei?”
“Ini semua tuh karena omongan Kei beberapa hari lalu pas upacara pembukaan MOS,” Daffa pun memberi tahu yang lainnya tentang obrolan pendeknya dengan Kei. Akhirnya, perbincangan mereka pun berakhir karena pesanan masing-masing telah sampai di meja kantin.

***

Sunday, April 15, 2012

Trauma

Hallo! Kembali lagi bersama pemilik blog ini~ bete bgt nih. Baru 4hari libur udah gak ada kerjaan di rumah. Masih ada 4hari lagi....

Gak banyak sih yang berubah dari gue, walaupun gue jarang-jarang ngupdate nih blog. Paling apaan ya yg berubah dari terakhir gue ngepost....

OHIYA.

GUE UDAH KE JOGJA MEEEEEEN!!!!!

Gila. Hot news tuh. Sampe lupa gue mau cerita soal pergi ke Jogja untuk yang pertama kalinya. Jadi gini, gue pergi ke Jogja tanggal 24 Maret lalu bareng sama angkatan 67. Tujuannya dih buat live in, tapi kenyataannya...

Live in = menghabiskan sebagian besar waktu di perjalanan di dalam bus, numpang tidur di rumah warga di desa Pentingsari, main-main ke UGM sama Undip trus nemenin guru-guru belanja. Sip.

Jujur ya, first time gue ke Jogja itu beyond my expectation banget. Bisa dibilang gue....trauma. MEN!!! Badan gue pegel-pegel gara-gara kursi bus yang ga ada empuk-empuknya itu. Udah mana gue gak bisa tidur di bus. Dan yang paling parah, nafsu makan gue ilang sama sekali disana. Cakrp banget kan?

Tapi gue bersyukur dapet bis 4. Gue sekelompok sama Bocil, Nindy, Nafila, Evany trus Devi. Tapi sayang si Devi malah sakit pas mau berangkat dan harus dirawat. Dan di bus gue duduk sama Evany. Di bus 4 itu lumayan banyak anak kelas gue. Ada Khey, Hasna, Eva, Cakra, Dhail, Bryan, Angga trus Iqbal.

Dan bis 4 itu rame. Kacau. -____-

Berhubung pengalaman gue disana gak asik-asik banget jadi males ceritanya hahaha. Dan gue rada gue kena kutuk abis dari sana.... Pulang dari Jogja gue jadi bahan cengan terus-____- dafuq.

Trus mau cerita apaan lagi ya? Bingung-__- sibuk banget sih gue di sekolah wkwkwk makanya jd jarang nulis. Paling bawel di twitter doang sih. Kalo buat ngupdate blog tiap hari..... Impossibru. Tugas banyak banget, belum lagi UB serta remed-remed lainnya. Behhhh sibuk men.

Yaudah deh. Segitu aja curhatnya muahahaha. Gue bingung mau nulis apaan lagi soalnya-___- dadah. :*